Delapan tahun sudah aku
melalui hari-hariku dibawah naungan tarbiyah. Tanpa terasa sudah banyak hal
yang aku dapatkan di sini terutama dalam proses pembinaan diri menjadi seorang
muslimah. Tempaan medan dakwah yang penuh cerita itu alhamdulillah mampu membuat
aku bertahan di jama’ah ini hingga hari ini.
Namun, haruskah semua
itu berakhir di sini???
Ketika semua terasa tak
lagi bersahabat. Ketika semua seakan menjadi orang asing. Ketika tuntutan hidup
semakin bertambah seiring beban yang terasa semakin berat. Tak ada lagi rasanya
tempat untuk menangis, menceritakan semua kegelisahan dan kegalauan hati.
Lalu dimanakah mereka,
mereka yang selama ini mengaku sebagai saudara?
Lalu dimanakah mereka,
mereka yang mengaku sebagai sahabat?
Ingin rasanya segera
kutepis semua rasa ini. Bahwa mereka selalu ada di sini, di dalam hatiku...
Lalu kutengadahkan
wajah, ku berharap akan datangnya gerimis yang memberi sejuk pada jiwa. Angin
semilir yang menentramkan jiwa. Hingga kelopak mata ini mampu terpejam,
menyerap rasa, mengambil energi dari udara untuk membasuh luka yang kian
menganga.
Senyum pun terkembang
kembali seiring damai yang menjalari hati. Biarlah kuserahkan semua warna hati,
pada-Mu Illahi Rabbi...