Selasa, 09 Oktober 2012



Delapan tahun sudah aku melalui hari-hariku dibawah naungan tarbiyah. Tanpa terasa sudah banyak hal yang aku dapatkan di sini terutama dalam proses pembinaan diri menjadi seorang muslimah. Tempaan medan dakwah yang penuh cerita itu alhamdulillah mampu membuat aku bertahan di jama’ah ini hingga hari ini.
Namun, haruskah semua itu berakhir di sini???
Ketika semua terasa tak lagi bersahabat. Ketika semua seakan menjadi orang asing. Ketika tuntutan hidup semakin bertambah seiring beban yang terasa semakin berat. Tak ada lagi rasanya tempat untuk menangis, menceritakan semua kegelisahan dan kegalauan hati.
Lalu dimanakah mereka, mereka yang selama ini mengaku sebagai saudara?
Lalu dimanakah mereka, mereka yang mengaku sebagai sahabat?
Ingin rasanya segera kutepis semua rasa ini. Bahwa mereka selalu ada di sini, di dalam hatiku...
Lalu kutengadahkan wajah, ku berharap akan datangnya gerimis yang memberi sejuk pada jiwa. Angin semilir yang menentramkan jiwa. Hingga kelopak mata ini mampu terpejam, menyerap rasa, mengambil energi dari udara untuk membasuh luka yang kian menganga.
Senyum pun terkembang kembali seiring damai yang menjalari hati. Biarlah kuserahkan semua warna hati, pada-Mu Illahi Rabbi...