Hari ini jadwal kegiatan kelas 3 adalah "outbound low impact" yaitu kegiatan outbound yang berupa games. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan peregangan otot badan. Selanjutnya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Target permainan hari ini adalah tumbuhnya kerjasama tim dan menemukan ide untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Masing-masing kelompok dibekali 100 buah sedotan dan diminta untuk membuat sebuah menara yang sangat tinggi (paling tinggi dibandingkan kelompok lain). Nah mulailah masalahnya....
Setelah beberapa menit berpikir, mulailah muncul ide dari salah satu anak tentang dari mana akan memulai membangun menara. Tak lama kemudian yang lain pun ikut memberi ide. Namun belum ada keputusan. Hingga terdengarlah seseorang menawarkan untuk membangun pondasinya terlebih dahulu menggunakan botol minum yang mereka bawa.
Selanjutnya proses berpikir ini "dipancing" oleh guru untuk menemukan ide terbaik dan memunculkan karakter pemimpin dalam tim tersebut. Maka bergeraklah mereka untuk segera membangun menaranya dan saling melengkapi dalam idenya. Dari sini mulailah terlihat Andra yang lebih banyak memberi ide. Zidan dengan sigap berpikir untuk mencari solatif tambahan. Hasan yang kemudian merelakan tempat minumnya sebagai pondasi. Aldi dan Fais yang terus membantu memegang sedotan ke atas. Mirza berperan dalam memasang sedotan yang lebih tinggi.
Namun...seperti apapun sibuknya tim tersebut, ada juga siswa yang acuh tak acuh dengan kegiatan ini. Tidak mau membantu dengan alasan idenya tidak digunakan. Menyoraki seakan mengejek ketika teman-teman timnya belum berhasil atau menara kembali rubuh. Inilah PR sesungguhnya bagi sang guru, bagaimana menumbuhkan sikap kerjasama tim dan berlapang dada ketika ide kita tidak diterima. Semoga kita mampu untuk melakukannya.
